Hati yang sihat

“tahukah engkau, rasa bersalahmu pada dirimu sendiri itu lebih baik dari ibadahmu selama puluhan tahun.”

seorang hamba Allah telah mendatangi seorang Bani Israil dan berkata dengan ungkapan diatas. Beliau adalah seorang Bani Israil yang menyembah Allah selama 60 tahun dan meminta sesuatu hajat. tetapi Allah Taa’la tidak pernah mengurniakan hajatnya itu. sampai suatu hari, beliau berkata, “Andai saja aku mempunyai kebaikan, pasti Allah akan mengkabulkan permintaanku…” Dia sangat menyedari betapa dia tidak memiliki apa-apa kebaikan hingga hajatnya tidak dikabulkan Allah.

mendengar pengakuan itu, seorang Hamba Allah pun mendatangi mimpinya dengan berkata..

“tahukah engkau, rasa bersalahmu pada dirimu sendiri itu lebih baik dari ibadahmu selama puluhan tahun.”

“Orang yang mengakui kekerdilan, kekecilan, kelemahan, dan kedurhakaan di hadapan Allah, adalah orang uang menyedari hak-hak Allah atas dirinya. Ibadah yang dilakukan oleh orang yang tidak mengetahui dan tidak menyedari hak-hak Allah akan sangat kecil nilainya dibanding dengan orang yang mengetahui hak-hak Allah. kerana sebenarnya, pengakuan akan hak-hak Allah itulah yang bisa membersihkan diri dan jiwa dari persaan u’jub kerana merasa telah banyak beribadah, lalu membuka pintu rasa tidak bererti dan hina di hadapan Allah. kebanyakan orang menyedari hak mereka atas Allah tetapi tidak menyedari hak Allah ke atas mereka. dari sanalah mereka terputus dari Allah dan terselimut hatinya dari mengenal, mencintai, dan merindukan Allah.”

-Ibnu Qayyim

HAK ALLAH

“diantara hak Allah adalah ditaati dan tidak dilanggar larangannya, diingati dan tidak dilupakan, disyukuri dan tidak diingkari. siapapun yang mengerti dan menyedari hak-hak Allah ini, maka dia yakin haqqul yakin [sebenar-benar yakin], tidan mampu memenuhinya dengan baik. dan kerana itulah tidak ada yang kita pinta kecuali keampunan dan maghfirah dari Allah.”

-ibnu Qayyim

HATI YANG SIHAT, HATI YANG GEMAR BERDIALOG

hati orang yang sihat biasanya selalu berdialog dengan sendirinya apabila dia menyedari akan kekeruhan hatinya, dia akan merasakan hatinya bagai diketuk dan dia mula berdialog,

“Ya Allah, aku hamba-Mu, miskin dan fakir kepada-Mu, Aku hamba-Mu yang fakir, lemah, papa, dan miskin. dan Engkau adalah Tuhanku yang Maha Kuasa, Maha Hebat, dan Maha Mengasihani. tidak ada kesabaran bagiku jika Engkau tidak melimpahkan aku dengan kesabaran, dan tidak ada kekuatan bagiku, jika Engkau tidak memberikanku kekuatan, dan tidak ada yang melindungiku kecuali perlindungan-Mu, dan tidak ada yang memberikan bantuan kecuali bantuan dari-Mu.”

-Ibnu Qayyim

  • Mari kita sama-sama merendahkan hati, dan jiwa kita supaya sentiasa tunduk dan patuh dengan kekuasaan Allah. tiada apa yang menjadi milik kita kecuali dengan izin Allah, dan tiada apa yang akan kekal bersama kita melainkan cinta dan kasih Allah. semoga kita sentiasa tergolong dalam orang-orang yang mempunyai hati yang sihat dan sentiasa menyedari hak-hak Allah. inshaallah.

One thought on “Hati yang sihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s