Mu’min itu berjaya

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلاَّ عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ.فَمَنْ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمْ الْعَادُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ لأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ. أُوْلَئِكَ هُمْ الْوَارِثُونَ. الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya”. (Al-Mu’minun:1-11)

Marilah kita merenung sejenak, bagi hamba yang biasa, yang merasa diri hina, ternyata pernah tertanya saat membaca ayat-ayat Al-quran yang mulia ini, dimanakah sebenarnya kedudukan dan martabat kita daripada sifat-sifat Mu’min dan keperibadian yang indah yang telah digambarkan oleh Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman.


Tunduk dan khusyu’ dalam solat dan menjaga akhlak dan peribadinya, menjauhkan perkataan yang melalaikan, beraktiviti untuk menghindar daripada apa yang tidak bermanfaat dan tidak berfaedah; baik yang kecil mahupun yang besar, Mu’min itu peka terhadap amalan sehariannya.

Menunaikan zakat; zakat fitrah, zakat maal untuk memberikan jaminan bagi kelompok yang harus dilindungi, membersihkan harta, mencegah fitnah dan berbuat baik kepada para fuqoro dan miskin.

Menjaga kemaluan dan memeliharanya dari perbuatan yang tidak halal, dan menjaga semua anggota tubuh dari hal-hal yang berhubungan dengannya; mata, telinga, mulut, hidung, tandan dan kaki. Menjaga kemaluan untuk kesucian perasaan, ketinggian ruh, kebersihan jiwa dan menjaga kehormatan, menghindari godaan syaitan, mendapatkan redha dari Yang Maha Kasih, menunaikan amanah, memenuhi janji dan melaksanakan untuk kebenaran, mempersiapkan jiwa, memperbanyak ketsiqohan, menegakkan untuk keseimbangan saling mengenal dan saling membantu sesama manusia.

Dimanakah kedudukan kita saat ini dari sifat dan keperibadian yang disebutkan Al-Quran, yang telah mencetak generasi yang beriman dan jujur, dan yang telah melenturkan keimanan Para U’lama’ terdahulu, sehingga mereka menjadi sebaik-baik umat yang diperlukan untuk manusia.

Apakah jiwa-jiwa kita mampu berubah sehingga dapat meraih keperibadian Mu’min yang sebenar, seterusnya, memperbaiki dan membimbing Baitul Muslim, Mujtama’ Muslim dan mencapai Ustaziatul a’lam?

Ya Allah kabulkan permohonan kami dan terimalah ibadah kami… amin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s