Sentuhlah hatimu


“sesungguhnya Aku sangat dekat denganmu…”

terngiang-ngiang dicuping telinga. sambil ditemani hembusan angin malam, dia bersandar dijendela. bukannya apa, mungkin habitnya, dia lebih gemar menangis di tepi jendela, daripada berhadapan dengan orang. bukan ego, bukan bukan, cumanya, dia lebih gemar menyembunyikan butiran tangisannya dari dipamer kepada orang.

dua tiga hari ni, emosinya kurang stabil, mungkin kerana jauh dengan-Nya dan dia juga mungkin kurang memberikan sepenuh perhatian terhadap Tuhannya. lalu, ujian demi ujian yang datang, dia menganggapnya sebagai satu langkah dan proses untuk dia merapati dan terus berada lebih dekat dengan-Nya, Tuhannya.

dulu dia kurang faham tentang konsep berserah dan tawakal. tapi kini, sedikit demi sedikit, proses pentarbiyahan mengajar dia untuk lebih menghargai dugaan. nikmatnya saat menggenggam kalimah keramat “hasbi rabbi jallallah, mafi qolbi ghairullah” itu, hanya Allah sahaja yang tahu. saat kita merasa benar-benar terpampan dengan rona kehidupan yang penuh dengan dugaan, saat kita merasa tidak pantas untuk menjadi yang lebih baik, saat kita merasa tidak cukup dengan apa yang ada, saat kita memerlukan sesuatu yang belum berhak menjadi milik kita, saat kita merasa kurang, saat kita merasa tidak dipedulikan, lafazlah, sentuhlah hati kita yang gersang itu dengan kalimah ini, cukuplah aku ada tuhanku, tiada apa yang ada dihatiku melainkanmu Ya Allah. Allah, nikmatnya merasakan perhatian-Mu…

ketika air mata tidak berhenti-henti jatuh berderaian, mata mula berona kemerahan, hidung mula terus menerus kebasahan, urutlah dadamu, pegang hatimu, bahawa kasih tuhanmu sentiasa dekat dihatimu, sangat dekat. perit yang ditanggung akan beransur hilang, beban yang dipikul, akan beransur ringan, yang akan tinggal hanyalah perasaan lega, dan akhirnya engkau akan tersenyum dan mula berkata; aku ada tuhanku, apa yang perlu aku risaukan?.

ya benar! kehidupan itu sendiri yang mematangkan kita untuk terus menerus berjuang demi satu tujuan sebelum berhadapan dengan kematian. apa lagi perasaanmu yang ada kalau tidak dari tuhanmu. apa lagi kekuatan yang ada kalau bukan milik tuhanmu. apa lagi yang kau miliki kalau bukan dari kurniaan tuhanmu.

jangan dirunsingkan dengan kekurangan hidup di dunia, kerana kekurangan itu yang akan menjadi tiket untuk kamu merapati tuhanmu. biar masa susah dan senangmu hanya ada satu tempat bergantung, satu tempat mengadu, satu tempat berserah. satu! hanya Dia.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-baqarah: 186)

sentuhlah dadamu, genggam jari jemarimu, lafazkanlah, sesungguhnya Allah sentiasa ada bersamaku!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s